Ketika nasib tak sesuai harapan. Ketika
lingkungan terkadang tak bersahabat. Namun, dukungan orang tualah membuat
seketika tubuh itu menjadi semangat membara. Walaupun banyak cobaan, ia yakin
bahwa skenario Tuhan jauh lebih indah.
Ia adalah Muhammad Rafly Tharhan. Pria disapa Rafly
ini tak pernah patah semangat meraih asa barunya. Keinginannya untuk bisa masuk
Jurusan Matematika ini terpaksa ia kubur sedalam-dalamnya karena sudah gagal
dalam tes perguruan tinggi negeri (PTN).
Sebelumnya, ia mendapat saran dari orang tuanya
untuk mengambil Jurusan Teknik Informatika. Mereka menganggap, teknologi akan
terus berkembang seiring berjalannya waktu. Hal itulah membuat Rafly
ingin mencobanya, walaupun belum memiliki passion.
Ketika diterima di Politeknik Negeri Jakarta, Rafly
pun yakin, ini salah satu skenario Tuhan yang memang terbaik untuknya. Tak
hanya itu, dukungan dari salah satu karibnya, Kak Ocid, juga membuatnya semakin
semangat.
Hingga hari demi hari ia lalui. Ketika awal-awal
masuk kuliah, pria kelahiran Bogor, 7 Mei 1998 ini pun awalnya sempat ragu. “Karena
masih terasa asing dan belum pernah belajar secara mendalam tentang teknologi
komputer sih buat saya agak ragu awalnya, tetapi lama-kelamaan
saya jadi penasaran juga dunia teknik informatika itu,” ucap Rafly.
Cobaan demi cobaan ia jalani dengan ikhlas,
terutama pada awal kuliah. Rafly pun harus menghadapi lingkungan yang kurang
menyenangkan. Ada saja temannya yang meminta pertolongan Rafly tanpa
mengucapkan rasa terima kasih, walaupun masih ada yang tetap menghargainya.
“Ya begitulah, masalah meminta tolong paling
gencar, tetapi sedikit yang bilang terima kasih. Banyak juga yang meminta,
tetapi setelah diberikan ya seakan-akan tidak peduli. Hal ini buat saya tidak
nyaman,” ucapnya dengan wajah penuh kecewa.
Tak hanya itu, untuk mendapatkan passion yang
sesuai, ia membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Beberapa mata kuliah yang
berat juga membuatnya sempat terpuruk. Walaupun begitu, ia sudah ikhlas dan
ingin fokus merajut masa depannya. Rafly percaya, ini adalah ujian agar ia bisa
lebih kuat ketika menghadapi sebuah masalah.
Dari sinilah banyak sekali hikmah yang ia rasakan,
setelah menjalani semua cobaan berat ini dengan keteguhan hatinya. Percaya atau
tidak, Rafly merasa, semakin hari semakin terasa ringan dalam menjalani hidup.
Tak hanya itu, ia juga mendapatkan banyak sekali
ilmu, seperti pendalaman materi tentang komputer dan juga bahasa pemrograman.
Hal inilah membuat Rafly begitu tertarik untuk mengenal lebih jauh lagi dunia
teknik informatika.
Tak disangka, Rafly telah menemukan passion yang
sesuai untuknya, yaitu dalam bidang Android. Ia pun berkeinginan untuk bisa
bergerak dalam pengembangan aplikasi Android. Dengan ini, ia berharap bisa
berkontribusi di salah satu lembaga, yakni Rabithah Alawiyah.
Inilah buah dari ketegaran hatinya. Walaupun harus
jatuh dalam keterpurukan, ia justru menemukan sebuah jalan masa depannya. Ya,
masa depan untuk membahagiakan orang tuanya yang selama ini terus memberikan
energi semangat.
Vivi Noer Febdra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar